Role Model Pengadilan Agama Pelaihari Tahun 2018

 

WhatsApp Image 2019 01 21 at 8.22.29 AM

 

Pelaihari | pa-pelaihari.go.id

Senin (21/1/2019), dalam kegiatan upacara melalui sambutan Pembina Upacara, Ketua Pengadilan Agama Pelaihari Dra. Hj. St. Masyhadiah D., M.H. mengumumkan pegawai yang menjadi Role Model tahun 2018.

Tujuan pemilihan dan penetapan Role Model yaitu mengefektifkan pelaksanaan program pengembangan perilaku dan budaya kerja dalam bidang Kejujuran, Perilaku dan Disiplin dan dalam rangka meningkatkan kinerja serta memberikan reward / penghargaan kepada pegawai Pengadilan Agama Pelaihari. Ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Pelaihari Nomor W15-A7/154/KP.05.8/1/2019 tanggal 18 Januari 2019 pegawai yang terpilih menjadi Role Model Pengadilan Agama Pelaihari tahun 2018 adalah Respati Yudhatirta Pradita, NIP. 198712042015031002, staf Sub Bagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan.

 

WhatsApp Image 2019 01 21 at 8.22.36 AM

Dari kiri: Dra. Hj. St. Masyhadiah D., M.H. (Ketua PA Pelaihari), Respati Yudhatirta Pradita, S.T. (Staf), Rusdiansyah, S.Ag. (Wakil Ketua PA Pelaihari)

 

Pengertian Role Model menurut Britannica Encyclopedia adalah "a person whose behavior in a particular role is imitated by others". Pengadilan Agama Pelaihari ingin untuk terlaksananya tugas-tugas pokok dengan baik dan mampu mencetak baik sebagai kader-kader pimpinan maupun pegawai yang baik dan berkualitas, perlu membuat dan menilai serta menentukan dalam setiap tahun dalam kriteria role model tersebut.

Kriteria kegiatan penilaian role model:

  1. Mempunyai sifat dan sikap yang sopan terhadap atasan dan pegawai lainnya.
    2. Cepat, cermat dan cerdas dalam bertindak serta selalu berkoordinasi dengan atasan/pimpinannya.
    3. Bertanggung jawab penuh terhadap tugas-tugas diembannya.
    4. Jujur dan rajin dalam melaksanakan tugas.
    5. Keteladanan / perilaku yang baik terhadap sesama.

Hal ini dilakukan untuk menanamkan nila-nilai / aturan yang berlaku sehingga terintegrasi dan tercermin dalam setiap opersional kegiatan kantor serta perilaku setiap pegawai bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Perlu suatu aksi nyata yang diimplementasikan dengan komitmen penuh agar penanaman nilai-nilai / aturan tersebut berhasil diwujudkan.