TVRI Wawancarai Ketua PA Pelaihari di Hari Kartini Website Pengadilan Agama Pelaihari

website Pengadilan Agama Pelaihari memberikan kemudahan kepada masyarakat penyandang disabilitas. silahkan blok tulisan. agar kami dapat membacakannya   Click to listen highlighted text! website Pengadilan Agama Pelaihari memberikan kemudahan kepada masyarakat penyandang disabilitas. silahkan blok tulisan. agar kami dapat membacakannya Powered By GSpeech
gspeech_html   Click to listen highlighted text! gspeech_html Powered By GSpeech

Seputar Peradilan

TVRI Wawancarai Ketua PA Pelaihari di Hari Kartini

a72Ketua PA Pelaihari Dra Hj St Masyhadiah D MH dalam program Habar Banua TVRI Kalimantan Selatan.

Banjarmasin I pa-pelaihari.go.id

Peringatan Hari Kartini setiap tahunnya selalu memberikan inspirasi yang menyegarkan bagi kaum perempuan Indonesia pada khususnya. Selain untuk memberikan kesadaran betapa sentralnya peran seorang perempuan dalam membentuk peradaban dari unit yang terkecil yaitu keluarga sampai dengan lingkup yang lebih luas dalam kehidupan bernegara.

Demikian pula Hari Kartini tahun ini diperingati dengan membawa harapan baru bagi wanita di Kalimantan Selatan pada khususnya untuk semakin mengokohkan peran mereka sebagai pembentuk dan pengembang identitas dan jati diri daerah yang berwawasan dan berperadaban.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut, TVRI Kalimantan Selatan tidak mau kehilangan kesempatan untuk mewawancarai salah satu tokoh perempuan Kalimantan Selatan yaitu Ketua Pengadilan Agama Pelaihari, Yang Mulia Ibu Dra. Hj. St. Masyhadiah D., M.H. dimana beliau saat ini sebagai satu-satunya perempuan yang menjadi Ketua Pengadilan Agama di Kalimantan Selatan.

Diwawancarai TVRI Kalsel yang ditayangkan pada tanggal 20 April 2016, beliau memberikan pencerahan mengenai betapa sentralnya posisi seorang wanita dalam kehidupan, dimana pada masa sekarang sososk wanita, sebagaimana pesan R.A. Kartini, bukanlah lagi sebagai subordinat pendidikan, melainkan justru sebagai pelaku bagi kemajuan pendidikan.

Menurut beliau, tidak ada halangan bagi seorang wanita untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi, dan sekarang Alhamdulillah di Kabupaten Pelaihari khususnya sudah banyak tokoh wanita yang berhasil dan berperan dalam pembangunan.

Dalam kesempatan wawancara tersebut beliau menghimbau kepada para wanita agar waspada terhadap tantangan di era sekarang, sebagai contoh mengenai pergaulan bebas di kalangan remaja.

Ia mencontohkan di Pengadilan Agama Pelaihari cukup banyak yang mengajukan permohonan dispensasi nikah bagi anak yang masih belum cukup umur sehingga harus dinikahkan. Hal ini menurutnya cukup disayangkan mengingat para wanita sebaiknya memanfaatkan usia produktifnya untuk pengembangan kualitas diri kearah yang lebih baik.

[Yudi Hardeos]


Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech